Perbedaan sinyal GSM, GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, dan 4G

Kali ini saya akan berbagi sedikit informasi mengenai teknologi yg berhubungan dgn konektivitas. Hampir semua aktivitas yg digunakan di smartphone atau pun telpon genggam diakses menggunakan jaringan. Jika jaringan kuat, maka aktivitas yg kita lakukan juga akan semakin cepat. Untuk itu setiap tingkatan jaringan menunjukkan bahwa kemajuan teknologi terlihat begitu berkembang. Penting untuk mengetahui hal ini, karena ada beberapa tingkatan jaringan yg selalu digunakan setiap hari untuk mengakses internet. Kita ulas satu persatu:

GSM (Global System for Mobile Communication)
Koneksi ini terbilang standar, karena hampir seluruh penyedia layanan telpon genggam di dunia menggunakan teknologi jaringan ini. Frekuensi yg dapat diakses 800MHz hingga 1800MHz. 

jaringan, sinyal, gsm









Di Indonesia operator yg menggunakan frekuensi GSM terbesar ini adalah:
Excelcomindo: 907,5-915 MHz
Telkomsel: 900-907,5 MHz
Indosat: 890-900 MHz


GPRS (General Packet Radio Service)

Teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data yang menjanjikan kecepatan, mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga dapat digunakan unutk mengirim atau menerima e-mail, mms (pesan gambar). Penggunaan daya baterainya cukup hemat.

gprs, jaringan, sinyal













Namun pada tahun 2014 koneksi ini terbilang lambat untuk pengguna smartphone. Hampir semua operator telah menerapkan pengaturan yg otomatis untuk semua jenis smartphone. Namun jika koneksi GPRS di smartphone kamu tidak tersedia, kamu tinggal lihat aja pengaturan manual di situs resmi penyedia jaringan yg kamu gunakan.

EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution)
Merupakan teknologi evolusi dari GSM dan IS-136. Atau bisa disebut juga perkembangan dari sistem GPRS. Secara teori kecepatan EDGE dapat mencapai 384Kbps - 473,6kbps sehingga rata-rata kecepatan EDGE 3x lebih cepat dari GPRS.
edge, jaringan, sinyal





 
Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing). Jaringan ini sangat penting untuk smartphone manapun.

3G (Third Generation Technology)
Biasa juga disebut W-CDMA/UMTS, merupakan generai ketiga dari perkembangan teknologi nirkabel. Kalau diumpamakan di CDMA, 3G sebanding dengan EVDO (Evolution-Data Optimized). Namun 3G memiliki fasilitas lebih tinggi dari EDGE.
jaringan, sinyal, 3G









Layanan 3G memiliki fasilitas video streaming, video conference, dan video calling. Secara teori kecepatan akses 3G sekitar 480kbps. Karena itu Jaringan 3G terbilang lebih populer dan selalu menjadi alternatif untuk digunakan mengakses internet. Namun permasalahannya jika daerah yg dikunjungi terbilang terpencil, maka sinyal akan jelek dan sangat mempengaruhi ketahanan daya baterai kamu.

HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access)
Merupakan perkembangan lebih lanjut dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 G. Karena HSDPA masih berjalan pada platfrom 3G. Memberikan layanan video, voice call, maupun akses dengan kecepatan hingga 3.6 Mbps atau 9 kali lebih cepat dari layanan 3G pada umumnya.
hsdpa, 3,5G, jaringan, sinyal








Konten di dalamnya pun tidak jauh berbeda dengan konten teknologi 3G. Perbedaan 3.5G dan 3G adalah 3.5G menyuguhkan gambar yang lebih tajam dari gambar yang ditawarkan oleh 3G.

4G (Fourth Generation Technology)
4G atau sering disebut LTE Advanced merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah '10G and beyond'. Belum ada definisi formal untuk 4G.

4G, sinyal, jaringan










Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yaitu: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Operator 4G pertama di Indonesia adalah Sitra WiMAX.

Mungkin segitu aja informasi mengenai tingkatan teknologi jaringan yg digunakan untuk mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat, karena semua butuh proses untuk mengakses dengan jaringan yg lebih baik. Semua berbeda-beda selera dan kebutuhan. Namun yg pasti semua jaringan yg disebutkan diatas sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat.

Baca Selengkapnya >>

Cara install Adobe Flash Player di Android

Jika kamu masih bingung cara mendownload dan install Adobe Flash Player pada smartphone Android kamu, maka akan saya buatkan tutorialnya untuk kamu. Adobe flash player biasanya digunakan saat kamu sedang menggunakan browser di Android. Namun tidak sedikit beberapa website memasang aplikasi atau iklan berupa Flash, tentu sangat tidak nyaman jika kamu melihat beberapa tampilan pada layar kamu ada yang kurang kan?
Perlu diketahui juga bahwa sebenarnya sudah sejak lama Adobe secara resmi menutup aplikasinya untuk Android dan ditarik dari Google Play Store. Untuk itu kita ulas cara memasang aplikasi Adobe Flash Player ini di Android.
  • Download file APK nya disini
  • Atau kamu juga bisa memilih versi sendiri Adobe Flash player dari situs resmi Adobe. Klik disini untuk mencarinya.
  • Jika kamu memilih masuk ke situs resmi Adobe Flash Player tsb, maka geser sedikit ke bawah halaman yang sedang dibuka untuk melihat arsip untuk versi android.
  • Download file Adobe Flash Player yg menurut kamu cocok ke komputer, atau jika kamu sedang buka browser di ponsel, download dari ponsel kamu.
  • Jika kamu telah mendownload pada komputer kemudian, kirim file tsb ke memori telepon ponsel kamu.
  • Lalu masuk ke Settings >> Personal >> Security>> Unknown Sources.
Adobe Flash Player untuk Android, adobe plash player apk.
















  • Sekarang pergi ke lokasi file apk download dari adobe flash player.
  • Klik file dan kemudian klik pada tombol install.
  • Coba jalankan browser kamu, lalu lihat tampilan website yg tadinya tidak bisa menampilkan iklan atau display berupa aplikasi Flash, sekarang pasti sudah bisa muncul terlihat.

Baca Selengkapnya >>